18 November 2009

Berlabuh


Menanti saat shalat Magrib tiba, tidak elok rasanya berdiam diri di penginapan. Ditemani si HP Cybershot, saya berjalan kaki menikmati sore Kota Saumlaki (Maluku Tenggara Barat).

Pelabuhan, biasanya jadi tempat favorite saya untuk mengabadikan suasana senja. Hasilnya, foto beberapa perahu motor tradisional yang sedang berlabuh ini. Semoga bisa dinikmati.

Ke MTB Lagi


Cuaca cukup cerah ketika pesawat Ekspres Air yang saya tumpangi, mendarat mulus di Bandara Olilit Saumlaki.

Ini kali ke dua saya ke Daerah ini. Kali pertama di beberapa bulan lalu, saya menghabiskan waktu hampir 2 minggu di Ibukota Kabupaten Maluku Tenggara Barat tersebut.

Nah, dikunjungan ke-2 ini, mungkin akan menghabiskan waktu selama 2 minggu pula. Tapi kali ini akan lebih menarik, sebab akan berkunjung dari satu pulau ke pulau lainnya.

17 November 2009

Senja Pantai Mardika


Beberapa hari ini suasana senja di Ambon cukup manis untuk dinikmati.

Biasanya kalau pagi atau siang hari sempat turun hujan, matahari senja di Ambon pasti indah warnanya.

Salah satu lokasi favorite untuk mengabadikan indahnya matahari senja di Ambon yaitu di Kawasan Pantai Pertokoan Mardika.

12 November 2009

Senja dan Dia


Senja, hiasi hatiku bermandikan puisi
Senja, lindungi aku yang kasmaran
Senja, hadirkan dia dalam larik puisi
Senja, alangkah manisnya dia

Saumlaki


Tugu Kristu Raja, salah satu spot foto & objek foto menarik di Kota Saumlaki, ibukota Kabupaten Maluku Tenggara Barat.

Mick Jagger & Saumlaki


Di salah satu sudut Kota Saumlaki ini, persisnya di Penginapan Harapan Indah, musisi manca negara Mick Jagger, pernah menghabiskan waktunya selama sepekan untuk menikmati suasana senja yang indah sembari menikmati minum teh sore.

06 Juni 2009

Sepotong Senja


Sepotong senja di Teluj Ambon.

22 Mei 2009

Di Mana Engkau


HUJAN yang turun malu-malu baru saja berlalu. Satu dua kendaraan berjalan perlahan menyusuri malam Pante Losari Ambon. Beberapa saling bersahut bunyi klakson.

Kucoba tapaki malam yang penuh temaram lampu warung tenda. Sesekali aku ikut bersenandung besama Ridho Rhoma yang suaranya terdengar lamat-lamat dari kios rokok, menembangkan lagu hitsnya.

Sambil terus berjalan, kucari sosokmu di antara riuhnya suasana. Tak tampak engkau di sana. Ke manakah kau kawan?

Malam semakin tinggi ketika ku melangkah semakin menjauh. Hanya ada satu harap yang membuncah. Semoga engkau baik-baik saja. Meski kau jarang makan dan sering tidur sembarangan di emper pertokoan hingga pagi menjelang.

18 April 2009

Maluku Blogger Community


Usianya terbilang cukup muda, belum sampai satu bulan. Walau begitu, Maluku Blogger Community coba memulai kiprahnya.

Bekerjasama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Jurusan (BEMJ) Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon menggelar pelatihan pembuatan blog.

Kegiatan yang berlangsung selama sehari, Sabtu (18/4) di Kampus IAIN Ambon ini, diikuti lima dosen & 23 mahasiswa. Sebelumnya acara nyaris batal, setelah sesi pertama yang banyak berbicara soal pengenalan blog & seluk beluknya,gara-gara mati lampu.Syukurlah setelah kekosongan waktu diisi dengan makan siang, lampu kemudian nyala lagi. Pelatihan kemudian dilanjutkan sampai dengan praktek pembuatan blog.

17 April 2009

Semakin Berbenah


Beberapa hari lalu, seorang teman mengontak saya. Dia akan ditugaskan selama beberapa hari di Ambon. Selain menginformasikan kedatangannya,dia juga ingin mengecek situasi keamanan di Maluku sekarang. Saya lantas menjelaskan kondisi Maluku, terutama Ambon, saat ini.

Image Maluku sebagai daerah konflik, rupanya masih melekat di benak rekan saya ini. Entah siapa yang harus kena tudingan, image Maluku sebagai daerah sering rusuh,masih melekat pada banyak orang di luar Maluku. Apakah media nasional yang terlalu besar memberi porsi pada berita konflik antarwarga, yang akhirnya mengesankan mencekamnya suasana di seantero Pulau Ambon, padahal konfliknya sangat lokal pada titik tertentu. Atau teman saya yang kurang info atau berita lain tentang Maluku, khususnya Kota Ambon, yang semakin jauh berbenah, agar Ambon kembali 'Manise' seperti julukannya dulu. Entahlah.